KARYA
TULIS
CANDI
PRAMBANAN JOGYAKARTA

Nama : As’ari
Nis : 615
Jurusan : Ilmu Pengetahuan Alam
SEKOLAH
MENENGAH ATAS NEGERI 2 SEKAMPUNG
TAHUN
AJARAN 2012/2013
HALAMAN
PERSETUJUAN
Judul
laporan : CANDI PRAMBANAN JOGYAKARTA
Nama :
As’ari
Nis : 615
Jurusan : Ilmu Pengetahuan Alam
Karya tulis ini
di periksa dan disyahkan pada :
Hari :
Tanggal :
Tempat : SMAN 2 SEKAMPUNG
|
Mengetahui,
Kepala Sekolah SMAN 2 Sekampung
|
Pembimbing,
|
|
TRIWAHYU HANDOYO, M.Pd
NIP. 197006251995121002
|
SITI ASIYAH .S.Pd.
NIP.197104242010012001
|
KATA PENGANTAR
Rasa syukur
saya sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat kemurahan Nya
saya dapat membuat dan menyelesaikan
Karya Tulis ini sesuai yang diharapkan. Dalam Karya Tulis ini saya membahas
“Candi prambanan Jogyakarta”. Karya Tulis ini dibuat dalam rangka memperdalam
pemahaman tentang Candi prambanan Jogyakarta.
Selanjutnya, disini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
Selanjutnya, disini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak TRI WAHYU HANDOYO M.Pd,
selaku kepala SMA N 2 SEKAMPUNG
2. Ibu SITI ASIYAH S,pd, selaku Pembimbing
dalam pembuatan karya tulis ini.
3. Orang tua penulis yang telah memberikan
dukungan dalam pembuatan karya tulis ini.
Penulis telah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan Karya Tulis yang
terbaik, akan tetapi karena keterbatasan penyusun masih banyak kekurangan, oleh
karena itu penyusun mengharapkan saran dan kritik dari pembaca dan guru
pembimbing untuk menyelesaikan Karya Tulis berikutnya.
Sekampung, 28 Agustus 2013
Penyusun
MOTTO
Jangan
menilai orang lain dari depan saja, tetapi lihatlah/nilailah orang lain itu, dari hati nuraninya juga
DAFTAR ISI
Halaman judul……………………………………………………………………. ... i
Halaman persetujuan……………………………………………………………… .. ii
Kata pengantar……………………………………………………………………… iii
Motto………………………………………………………………………………... iv
Daftar isi…………………………………………………………………………… . v
BAB I
PENDAHULUAN
a. Latar belakang
masalah……………………………………………………. 1
b. Rumusan masalah……………………………………………………………
c. Tujuan kegiatan……………………………………………………………. 2
d. Metode pengumpulan
data………………………………………………….
BAB II
PEMBAHASAN
a. Lokasi atau letak objek
wisata…………………………………………….. 3
b. Sejarah objek
wisata……………………………………………………….. 3
c. Seputar objek wisata (koleksi,jenis
objek wisata, dll)……………………... 3
d. Kegunaan/manfaat dari objek wisata ………………………………..…......
6
e. Evaluasi objek wisata ……………………………………………………...
6
BAB III PENUTUP
a. Simpulan………………………………………………………………….. 8
b. Saran…………………………………………………………………….... 9
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………..….. 10
LAMPIRAN…………………………………………………………………..…. 11
Biodata
penulis…………………………………….………………………....…... 13
I.PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG MASALAH
Candi Prambanan adalah salah satu candi terbesar yang ada
di Indonesia dan merupakan salah satu situs kebanggaan yang dimiliki Indonesia
baik sebagai objek wisata maupun sarana keagamaan. Candi ini merupakan candi
yang bercorak Hindu sesuai dengan fakta sejarah yang ada. Candi ini terbilang
cukup unik dan menarik karena pada awalnya candi ini dibangun tidak menggunakan
semen atau perekat lainnya. Penulis merasa tertarik untuk mempelajari dan
akhirnya menyusunnya dalam bentuk sebuah karya tulis
Karya tulis ini ditulis berdasarkan hasil kunjungan ke
Candi Prambanan yang terletak di daerah Prambanan Sleman-Yogyakarta saat study
tour. Dalam penulisan karya tulis ini, penulis memiliki beberapa
alasan yaitu penulis secara langsung mengamati bentuk fisik candi Prambanan di
lapangan, mengemukakan sebab-sebab mengapa masalah yang dipersoaalkan perlu
diteliti dan ditulis.
B. RUMUSAN MASALAH
1.
lokasi atau letak candi prambanan ?
2.
sejarah candi prambanan?
3.
deskripsi bangunan ?
4.
apa manfaat yang kita dapatkan dari mengenal candi prambanan?
C. TUJUAN PENYUSUN KARYA TULIS
Tujuan
penyusunan karya tulis ini adalah :
1.
Mengenal
dan menambah pengetahuan tentang tempat-tempat bersejarah di
Daerah Istimewa Yogyakarta
khususnya candi Prambanan.
2.
Memotivasi
generasi muda untuk mencintai seni budaya bangsa Indonesia
3.
Mengetahui
sejarah tentang asal mula dibangunnya candi prambanan dan candi-candi disekitarnya
4.
Menumbuhkan
minat generasi muda terhadap sejarah melalui penelitian benda-benda bersejarah.
5.
Dapat
menghargai tokoh pahlawan terdahulu
D. METODE PENGUMPULAN DATA
Metode
yang di gunakan dalam pengumpulan data adalah :
1. Observasi atau pengamatan langsung pada
objek
2. dokumentasi
II. CANDI PRAMBANAN
JOGYAKARTA
A. LOKASI CANDI PRAMBANAN
Candi
loro jonggrang atau yang sering di sebut candi prambanan terletak persis di perbatasan propinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta dan propinsi jawa tengah ± 17 km kea rah timur dari kota Yogyakarta
atau ± 53 km sebelah barat Solo. Komplek
percandian prambanan ini masuk ke dalam dua wilayah yakni komplek bagian barat
masuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan bagian timur masuk wilayah
propinsi jawa tengah. Percandian prambanan berdiri di sebelah timur sungai opak
± 200 meter sebelah utara jalan raya Yogya-Solo
B. SEJARAH
Candi Prambanan adalah mahakarya
kebudayaan Hindu dari abad ke-10. Bangunannya yang langsing dan menjulang
setinggi 47 meter membuat kecantikan arsitekturnya tak tertandingi. Candi yang
utama yaitu Candi Siwa (tengah), Candi Brahma (selatan), Candi Wisnu (utara).
Didepannya terletak Candi Wahana (kendaraan) sebagai kendaraan Trimurti; Candi
Angkasa adalah kendaraan Brahma (Dewa Penjaga), Candi Nandi (Kerbau) adalah
kendaraan Siwa (Dewa Perusak) dan Candi Garuda adalah kendaraan Wisnu (Dewa
Pencipta).
C. SEKILAS TENTANG OBJEK WISATA
Ada
sebuah legenda yang selalu diceritakan masyarakat Jawa tentang candi ini.
Alkisah, lelaki bernama Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang. Karena tak
mencintai, Jonggrang meminta Bondowoso membuat candi dengan 1000 arca dalam
semalam. Permintaan itu hampir terpenuhi sebelum Jonggrang meminta warga desa
menumbuk padi dan membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari.
Bondowoso yang baru dapat membuat 999 arca kemudian mengutuk Jonggrang menjadi
arca yang ke-1000 karena merasa dicurangi.
Candi
Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma,
dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan
Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur.
Setiap
candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu
Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu,
masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara,
halaman kedua memiliki 224 candi.
Memasuki
candi Siwa yang terletak di tengah dan bangunannya paling tinggi, anda akan
menemui 4 buah ruangan. Satu ruangan utama berisi arca Siwa, sementara 3
ruangan yang lain masing-masing berisi arca Durga (istri Siwa), Agastya (guru
Siwa), dan Ganesha (putra Siwa). Arca Durga itulah yang disebut-sebut sebagai
arca Roro Jonggrang dalam legenda yang diceritakan di atas.
Di
Candi Wisnu yang terletak di sebelah utara candi Siwa, anda hanya akan
menjumpai satu ruangan yang berisi arca Wisnu. Demikian juga Candi Brahma yang
terletak di sebelah selatan Candi Siwa, anda juga hanya akan menemukan satu
ruangan berisi arca Brahma.
Candi
pendamping yang cukup memikat adalah Candi Garuda yang terletak di dekat Candi
Wisnu. Candi ini menyimpan kisah tentang sosok manusia setengah burung yang
bernama Garuda. Garuda merupakan burung mistik dalam mitologi Hindu yang
bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah, berparuh dan bersayap mirip
elang.
Diperkirakan,
sosok itu adalah adaptasi Hindu atas sosok Bennu (berarti
'terbit' atau 'bersinar', biasa diasosiasikan dengan Dewa Re) dalam mitologi
Mesir Kuno atau Phoenix dalam mitologi Yunani Kuno. Garuda
bisa menyelamatkan ibunya dari kutukan Aruna (kakak Garuda yang terlahir cacat)
dengan mencuri Tirta Amerta (air suci para dewa).
Kemampuan
menyelamatkan itu yang dikagumi oleh banyak orang sampai sekarang dan digunakan
untuk berbagai kepentingan. Indonesia menggunakannya untuk lambang negara.
Konon, pencipta lambang Garuda Pancasila mencari inspirasi di candi ini. Negara
lain yang juga menggunakannya untuk lambang negara adalah Thailand, dengan
alasan sama tapi adaptasi bentuk dan kenampakan yang berbeda. Di Thailand,
Garuda dikenal dengan istilah Krut atau Pha Krut.
Prambanan
juga memiliki relief candi yang memuat kisah Ramayana. Menurut para ahli,
relief itu mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan lewat tradisi lisan.
Relief lain yang menarik adalah pohon Kalpataru yang dalam agama Hindu dianggap
sebagai pohon kehidupan, kelestarian dan keserasian lingkungan. Di Prambanan,
relief pohon Kalpataru digambarkan tengah mengapit singa. Keberadaan pohon ini
membuat para ahli menganggap bahwa masyarakat abad ke-9 memiliki kearifan dalam
mengelola lingkungannya.
Sama
seperti sosok Garuda, Kalpataru kini juga digunakan untuk berbagai kepentingan.
Di Indonesia, Kalpataru menjadi lambang Wahana Lingkungan Hidup (Walhi).
Bahkan, beberapa ilmuwan di Bali mengembangkan konsep Tri Hita Karana untuk
pelestarian lingkungan dengan melihat relief Kalpataru di candi ini. Pohon
kehidupan itu juga dapat ditemukan pada gunungan yang digunakan untuk membuka
kesenian wayang. Sebuah bukti bahwa relief yang ada di Prambanan telah
mendunia.
Banyak
bagian candi yang direnovasi, menggunakan batu baru, karena batu-batu asli
banyak yang dicuri atau dipakai ulang di tempat lain. Sebuah candi hanya akan
direnovasi apabila minimal 75% batu asli masih ada. Oleh karena itu, banyak
candi-candi kecil yang tak dibangun ulang dan hanya tampak fondasinya saja.
Sekarang,
candi ini adalah sebuah situs yang dilindungi oleh UNESCO mulai tahun 1991. Antara lain hal ini berarti bahwa
kompleks ini terlindung dan memiliki status istimewa, misalkan juga dalam
situasi peperangan.
D. MANFAAT OBJEK WISATA
Untuk
memperluas wawasan penulis dan pembaca mengenai situs sejarah candi prambanan.
Memberikan gambaran umum
mengenai candi prambanan serta perkembangannya.
Penyebaran informasi tentang
upaya pelestarian Candi Prambanan.
Mengetahui sejarah tentang asal
mula dibangunnya candi prambanan dan candi-candi disekitarnya
Menumbuhkan minat generasi muda
terhadap sejarah melalui penelitian benda-benda bersejarah.
E.
EVALUASI OBJEK WISATA
Prambanan, Candi
Hindu Tercantik di Dunia
Candi Prambanan
adalah bangunan luar biasa cantik yang dibangun di abad ke-10 pada masa
pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Menjulang setinggi 47
meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur), berdirinya
candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di
tanah Jawa. Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, di
tengah area yang kini dibangun taman indah.
Ada sebuah
legenda yang selalu diceritakan masyarakat Jawa tentang candi ini. Alkisah,
lelaki bernama Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang. Karena tak
mencintai, Jonggrang meminta Bondowoso membuat candi dengan 1000 arca dalam
semalam. Permintaan itu hampir terpenuhi sebelum Jonggrang meminta warga desa
menumbuk padi dan membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari.
Bondowoso yang baru dapat membuat 999 arca kemudian mengutuk Jonggrang menjadi
arca yang ke-1000 karena merasa dicurangi.
III. PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dengan
adanya data yang diperoleh dari uraian penulis dapat menyimpulkan :
1.
Candi prambanan memiliki keistimewaan dan pesona keindahan yang bukan saja
dari bentuk bangunan dan tata ruang, namun juga dari sisi filosopi dan
sejarahnya.
2.
Candi Prambanan memiliki banyak sejarah sehingga banyak wisatawan
mancanegara yang datang untuk melihat secara langsung kemegahannya.
3.
Candi Prambanan merupakan peninggalan kebudayaan Hindu terbesar di
Indonesia dan warisan bernilai tinggi dari abad ke-9.
B.
SARAN-SARAN
Setelah
Penulis berkunjung ketempat rekreasi ini, penulis mempunyai sedikit saran untuk
tempat rekreasi yang menyenangkan antara lain :
1.
Kunjungi tempat-tempat bersejarah yang ada di daerah Yogyakarta agar dapat
menambah wawasan dan pengetahuan tentang sejara-sejarah dan seni budaya
Indonesia.
2.
Jagalah etika dalam berkunjung ke Candi Prambanan karena tempat tersebut
sejatinya adalah tempat ibadah
3.
Lestarikan dan kembangkan potensi warisan budaya agar Candi Prambanan yang sebagai
peninggalan bersejarah yang tak ternilai harganya ini mampu memaksimalkan
potensi karena selain merupakan sumber penghasilan untuk masyarakat sekitar
Prambanan juga aset parawisata nasional Indonesia penambah devisa Negara selain
non-migas.
4.
Sebaiknya upaya-upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjaga dan
melestarikan Candi Borobudur tersebut tetap menjadi daya tarik terutama dari
segi kepariwisataan , arkeologi dan ilmu pengetahuan .
5.
Penulis mengharapkan kerapihan dan kebersihan di Candi Prambanan tetap
terjaga.
DAFTAR PUSTAKA
Candi
di Indonesia. Candi Prambanan. http://candi.pnri.go.id/jawa
_tengah_yogyakarta/prambanan/prambanan.htm. 29 januari 2012
Candi-candi
di Jawa Tengah (2011). Candi Prambanan. (http://candidiy
.tripod.com/prambanan.htm. 29 januari 2012
Google
(2012). Hasil penelusuran Gambar. http://
google.com. 29 januari 2012.
Wisata
Prambanan (2013) Candi Prambanan. Yogyakarta
LAMPIRAN




|





BIODATA PENULIS
Nama : As’ari
Nis : 615
Kelas : XI IPA1
Alamat : Desa Giriklopomulyo
57b Kec. Sekampung Kab. Lampung Timur.
Nama orang tua :
a. Ayah :
Madari
b. Ibu :
Sutinah
Pekerjaan orang
tua :
a. Ayah :
Tani
b. Ibu :
Tani
Riwayat
pendidikan :
1. SD N 3 Giriklopomulyo 57b
2. SMP N 4 Sekampung
3. SMA N 2 sekampung (sedang di tempuh)

